TAKAdeli Cake Boutique
Siap Bersaing untuk Special Wedding Cake
Tradisi kue pengantin masih terus populer hingga sekarang.
Permintaan pasar yang begitu besar, menjadi alasan TAKAdeli untuk memproduksi kue pengantin secara khusus.
Butik kue yang berdiri sejak tahun 2003 di Batam ini telah menjadi pionir butik dalam bisnis cake di Batam. Dalam perkembangannya yang pesat, TAKAdeli kini telah mempunyai 4 gerai di Batam, 1 di Pekanbaru, dan 1 di Ambon. Tahun 2010 lalu telah melebarkan sayap bisnisnya dengan mebuka gerai sekaligus kantor pusat di Menteng, Jakarta dan menambah 1 gerai lagi di Pacific Place, Jakarta.
Variasi produknya terus dikembangkan mulai dari birthday cake, 3D cakes, mini cake, seasonal cake (Idul Fitri, Natal, Imlek, dan Valentine), wedding cake, cup cake, aneka kue hantaran, hingga pastisseries (brownies, bolu, kue kering, jelly dan puding).
Beberapa waktu terakhir ini TAKAdeli memilih fokus pada kue pengantin yang menurutnya telah menjadi bagian dari tren mode pernikahan, terutama di Indonesia. Permintaan pasar yang begitu tinggi juga menjadi alasan TAKAdeli untuk memproduksi kue pengantin secara khusus.
Special Cake TAKAdeli
Kue pengantin seindah apa pun bentuknya tidak akan sempurna jika tidak didukung dengan cita rasa cake yang lezat. Banyak toko kue membuat kue pengantin dengan bahan dasar bolu (marble cake) atau lapis Surabaya. TAKAdeli menawarkan real cake dengan tekstur kue yang lembut dan tidak lengket saat dimakan. Pilihan rasa yang ditawarkan pun sangat bervariasi, mulai dari rasa cokelat, durian, alpukat, keju, talas, pandan, dan beberapa pilihan lainnya. “Bagi saya, kue pengantin berbahan dasar lapis Surabaya atau bolu sudah biasa. TAKAdeli menawarkan kue pengantin berbahan dasar cake yang istimewa. Banyak penikmat yang menyukainya,” ujar Hendarsyah, Bussines Manager TAKAdeli.
Untuk wedding cake bertingkat 5 sampai 7 susun, TAKAdeli membuat real cake-nya pada bagian atas dan bawah. Selebihnya menggunakan styrofoam. Untuk wedding cake yang berjumlah di bawah 5 susun, TAKAdeli biasa membuatnya dengan real cake tanpa styrofoam.
Kreasi wedding cake TAKAdeli juga menawarkan tambahan 12 potong mini wedding cake dengan aneka pilihan rasa. Dalam satu boks bisa berisi 12-24 rasa. Biasanya wedding cake mini ini diberikan dalam boks terpisah untuk keluarga pengantin.
Inovasi Wedding Cake TAKAdeli
Keunggulan wedding cake TAKAdeli tidak berhenti di situ saja. Tidak hanya sekedar lezat, TAKAdeli juga mengusung produk yang cenderung lebih inovatif dan up to date. Tema bergantung pada permintaan konsumen agar sesuai dengan desain dekorasi pernikahan mereka. Namun, konsep desainnya bisa berasal dari TAKAdeli sendiri yang tetap disesuaikan dengan tema dekorasi pernikahan mereka. “TAKAdeli sendiri menawarkan desain kue yang lebih simpel, tetapi tetap elegan dan terlihat indah. Para customer saat ini lebih cenderung memilih konsep desain seperti itu,” tambah Hendarsyah.
Pelanggan saat ini cenderung meniru model kue pengantin yang kebarat-baratan, yang berpadu dengan warna lembut, putih, pink, atau biru muda. Selain itu, desain tidak hanya pada kue pengantin tetapi kemasan kue pun dihias, mulai dari kemasan dalam boks biasa hingga yang dihias dengan pita sesuai tema kue.
Optimis Menghadapi Pesaing
TAKAdeli khususnya di Jakarta memang masih berusia 1 tahun. Belum banyak pelanggan yang tahu produk-produk TAKAdeli, termasuk wedding cake-nya. Namun optimisme TAKAdeli dalam berpromosi telah membuahkan hasil saat mengikuti pameran wedding cake di Pacific Place. Respon masyarakat cukup bagus. Dalam sebulan TAKAdeli mendapat 1-2 pesanan kue pengantin istimewa.
Beberapa pelanggan tertarik untuk kembali lagi memesan karena kerapihan, kualitas pelayanan dan kualitas kue yang istimewa. Kerapihan dapat dilihat secara kasat mata oleh siapapun. Wedding cake TAKAdeli disiapkan sangat rapi dan jelas detilnya.
Membangun Kepercayaan dan Kepuasan Pelanggan
Untuk membangun sebuah kepercayaan bahkan kepuasan pelanggan, TAKAdeli melakukan pembicaraan secara detil mengenai produk yang diinginkan. Bahkan ditawarkan dummy di awal atau desain dari customer sendiri. Penawarannya mulai dari konsep desain, tinggi, jumlah susunan, bentuk, warna, hingga harganya. Untuk persetujuannya selalu dibicarakan dulu dengan 5 orang tim pembuatnya, apakah mereka mampu atau tidak. Hal ini dilakukan sebagai antisipasi agar tidak mengecewakan pelanggan. “Lebih baik bilang sejak awal, daripada harus mengecewakan pelanggan,” jelas Hendarsyah.
Melayani Demi Customer
Karena TAKAdeli masih tergolong baru, tentunya strategi pemasaran menjadi senjata bisnis agar tetap mampu bersaing. Sejauh ini, TAKAdeli mengedepankan ketiga faktor ini:
- Pertama, penawaran harga di bawah rata-rata namun kualitas tak kalah bersaing, serta masih memberi diskon.
- Kedua, harus ekstra tertib, pelayan harus ramah dan on time (nice service).
- Ketiga, pelayanan pesan antar. Pesan antar kali ini berbeda dengan toko kue lainnya. TAKAdeli sudah siap hadir di tempat klien 5-6 jam sebelum acara dimulai. Misalnya, acara pernikahan berlangsung malam hari, TAKAdeli sudah stand by dari siang hari untuk mempersiapkan setting kue.
Karena konsistensi terhadap ketiga strategi tersebut, banyak pelanggan menyatakan puas setelah menjadi konsumen TAKAdeli meskipun awalnya konsumen hanya coba-coba atau sekadar tahu dari mulut ke mulut.
“Untuk ke depannya, TAKAdeli akan terus mengeluarkan produk baru yang up to date dan memberikan inovasi yang baru,” janji Hendarsyah.
Harga miring di TAKAdeli
Meskipun baru ternyata penawaran konsep dan dummy ke pada calon pembeli cukup menarik hati mereka. Selain dari fisik produknya, tawaran harga menjadi salah satu pemicu yang menarik pembeli.
TAKAdeli sendiri mematok harga berdasarkan model, hiasan yang digunakan, dan tingkat kesulitan dalam proses pembuatannya. Sejauh ini, TAKAdeli memasang harga sekitar 5 sampai 7 juta rupiah untuk wedding cake dengan 5 tingkat. Selain itu, untuk mini wedding cake boksnya ditawarkan sekitar Rp 75.000, berisi 24 wedding cake mini dengan aneka rasa. Inilah tawaran spesial dari TAKAdeli yang siap memberikan berbagai keistimewaan bagi para pelanggannya. ***
(Eka Micealina)


Recent Comments